Sebuah puisi untuk mengenang sosok yang banyak memberi, dalam diam.

“Ia Tidak Pergi”

Ia tidak banyak bicara.
Tapi waktu, mengingatnya.

30 Juni 1957,
di Tanjungpandan yang tenang
ia lahir tanpa riuh,
seperti cara hidup yang kelak ia pilih.

Ia berjalan jauh,
belajar tentang menjadi,
bukan sekadar ada.

Lalu ia tiba di sebuah kota yang sedang tumbuh,
Batam
dan memilih tidak sekadar hadir,
tapi menanam arah.

Ia tidak membangun gedung.
Ia membangun masa depan
yang kini kita kenal
sebagai Politeknik Negeri Batam .

Tidak mengejar nama.
Ia menanam makna.

Bertahun-tahun
ia bekerja dalam diam,
sementara banyak langkah
tumbuh dari apa yang ia jaga.

Hingga suatu pagi
yang tampak seperti biasa
ia pulang.

Dan kita baru mengerti,
yang selama ini tidak bersuara…
adalah yang paling menjaga.

Ia tidak benar-benar pergi.

Ia tinggal
di setiap langkah yang lebih pasti,
di setiap arah yang kini lebih jelas,
di setiap generasi yang tumbuh
di atas pondasi yang ia bangun dalam diam.

Dan di hati yang perlahan sadar
bahwa kebaikan
tidak pernah membutuhkan suara
untuk menjadi abadi.

Ia mungkin tidak banyak bicara,
tapi jejaknya tetap ada.

Al-Fatihah.

Karya :
Andres Putranta Sitepu

Polibatam #HumasKerjasamaPolibatam #PakEko #Inmemoriam