FGD Smart Street Lighting Dorong Transformasi Smart City Batam yang Efisien dan Berkelanjutan

BATAM – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menjadi tuan rumah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penerapan Smart Street Lighting sebagai Backbone Smart City di Kota Batam” yang diselenggarakan pada Kamis, 16 April 2026 di Auditorium Lantai 3 Gedung Utama Polibatam. Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, akademisi, hingga konsultan pembiayaan guna membahas strategi implementasi penerangan jalan cerdas sebagai fondasi pengembangan kota pintar di Batam.

FGD ini menegaskan bahwa efisiensi energi menjadi salah satu fokus utama dalam arah pembangunan Kota Batam menuju smart city yang berkelanjutan. Perwakilan Pemerintah Kota Batam menyampaikan bahwa saat ini sekitar 80 persen Penerangan Jalan Umum (PJU) masih menggunakan sistem konvensional yang memiliki konsumsi energi tinggi, sementara 20 persen telah mulai beralih ke teknologi smart LED. Transformasi ini diharapkan mampu menekan biaya operasional, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendukung target pengurangan emisi karbon di perkotaan.

Selain sebagai sumber pencahayaan, penerapan smart street lighting juga diproyeksikan menjadi infrastruktur digital kota yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara real-time, pengaturan intensitas cahaya secara adaptif, hingga integrasi dengan sistem lain seperti manajemen lalu lintas dan keamanan kota.

Dari perspektif pengelolaan kawasan, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menilai bahwa smart street lighting memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing kawasan industri. Penerapan teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya green industrial zone yang lebih efisien dan menarik bagi investor. Selain itu, pengelolaan data yang dihasilkan dari sistem smart city juga membuka peluang baru dalam peningkatan pendapatan daerah melalui monetisasi data.

Sementara itu, Politeknik Negeri Batam sebagai institusi pendidikan vokasi menyoroti kesiapan teknologi di tingkat lokal. Pengembangan smart street lighting tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga pada inovasi seperti pencahayaan adaptif, sistem respons otomatis, serta integrasi Internet of Things (IoT) untuk pengelolaan data yang lebih efektif.

Dari sisi industri, pelaku usaha menekankan pentingnya roadmap yang jelas dalam implementasi smart city agar sistem yang dibangun tidak bersifat kompleks dan kontraproduktif. Penggunaan teknologi yang tepat dan terintegrasi diyakini mampu menghadirkan solusi yang lebih sederhana, cepat, dan efisien, sebagaimana telah diterapkan di berbagai negara maju.

Adapun dari aspek pembiayaan, konsultan KPBU menawarkan alternatif skema pendanaan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini memungkinkan pemerintah berperan dalam penyediaan regulasi dan proyek, sementara pihak swasta mendukung pembiayaan, pembangunan, dan operasional. Pengembalian investasi dapat dilakukan melalui pembayaran jangka panjang maupun monetisasi manfaat yang dihasilkan. Selain itu, kombinasi sumber pembiayaan seperti KPBU, CSR, dan BUMD dinilai sebagai pendekatan yang realistis dalam implementasi smart street lighting di Kota Batam.

Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem penerangan jalan yang tidak hanya efisien secara energi, tetapi juga menjadi tulang punggung transformasi digital menuju Smart City Batam yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Salam Polibatam!

#Polibatam#PolibatamOfficial#SmartCityBatam#SmartLighting#IoT#GreenCity#SustainableCity#VokasiUnggul#Kolaborasi#SalamPolibatam