Dirjen Risbang Dorong Penguatan Ekosistem Riset Bersama Perguruan Tinggi di Polibatam
Batam – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menjadi tuan rumah Diskusi Ekosistem Riset dan Pengembangan yang menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, pada Jumat (17/7) di Gedung Technopreneur Polibatam.
Kegiatan yang diikuti oleh perguruan tinggi negeri dan swasta di Batam ini menjadi wadah dialog untuk memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah.
Forum dibuka oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Nopriadi, yang menekankan pentingnya kolaborasi sejak tahap penyusunan proposal hingga hilirisasi hasil riset agar inovasi yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata.
Dalam paparannya, Dirjen Risbang Fauzan Adziman menyampaikan bahwa penguatan ekosistem riset nasional dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu memperluas pemerataan kapasitas riset bagi perguruan tinggi yang sedang berkembang serta memperkuat riset strategis yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan nasional.
“Kita ingin meningkatkan rata-rata kapasitas riset nasional. Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang selama ini sudah kuat, tetapi juga kepada perguruan tinggi dan dosen yang baru mulai membangun budaya riset,” ujar Fauzan.
Ia juga memperkenalkan berbagai program pendanaan dan pengembangan riset yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, di antaranya Program Kosabangsa, Program Hilirisasi Riset Sinergi Batch II dan Dorongan Teknologi, Hackathon Deeptech, serta Program Riset Kemitraan Internasional. Program-program tersebut didukung melalui pendanaan APBN maupun sinergi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain itu, Dirjen Risbang mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemitraan dengan industri, pemerintah daerah, dan mitra internasional guna mempercepat hilirisasi hasil penelitian sekaligus meningkatkan daya saing riset Indonesia.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai isu strategis yang dibahas, mulai dari peluang pendanaan penelitian, pengembangan kerja sama internasional, penguatan pendidikan vokasi, mekanisme seleksi proposal riset, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam mendukung kegiatan penelitian.
Melalui forum ini, Polibatam kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang aktif membangun kolaborasi dan memperkuat budaya riset untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Salam Polibatam.
#Polibatam #KampusPBL #CDIO #Riset #Inovasi #Kemdiktisaintek #DitjenRisbang #Kolaborasi #PendidikanVokasi #Technopreneur #Batam

