Politeknik Negeri Batam (Polibatam) terus mengembangkan pengelolaan kampus yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan peningkatan efisiensi energi. Instalasi panel surya pada Gedung Tower A, Technopreneur Centre, dan Gedung Utama menghasilkan listrik sebesar 75.000 kWh per tahun. Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional, fasilitas tersebut juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami penerapan teknologi energi bersih.
Pengelolaan sumber daya dilakukan melalui Rumah Kompos Polibatam yang mengolah sisa makanan, daun, dan limbah organik menjadi kompos untuk penghijauan kampus, serta kolaborasi bersama Free The Sea dalam pengolahan sampah plastik menjadi produk daur ulang. Berbagai kebijakan pengurangan plastik sekali pakai turut menurunkan jumlah sampah plastik dari 250 kilogram pada 2024 menjadi 160,3 kilogram pada 2025. Polibatam juga mendorong mobilitas rendah emisi melalui kendaraan listrik, layanan kendaraan bersama, aplikasi carpooling, dan jalur pejalan kaki seluas 0,3372 hektare yang menghubungkan berbagai fasilitas kampus.
Komitmen terhadap keanekaragaman hayati diwujudkan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Tanjung Piayu, program konservasi, serta inovasi berbasis sumber daya lokal. Inovasi tersebut antara lain pewarna alami berbasis mangrove dan panel komposit badan kapal dari limbah serat kelapa serta plastik. Polibatam juga mengembangkan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi paving block berbasis energi surya di Pulau Seraya, sekaligus memasang tiga unit lampu jalan tenaga surya yang memberikan manfaat kepada 150 kepala keluarga masyarakat pesisir.



