Dalam Diam, Ia Berkarya: Jejak Pak Eko Membangun Masa Depan Batam melalui Pendidikan Vokasi

BATAM-Pagi itu datang dengan kabar yang tidak pernah kita siapkan. Kepergian Dr. Ir. Priyono Eko Sanyoto bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, tetapi hilangnya satu pilar penting dalam perjalanan pembangunan sumber daya manusia di Batam.
Beliau dikenal sebagai sosok akademisi dan praktisi yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan vokasi. Mengemban amanah sebagai Direktur Politeknik Negeri Batam sejak tahun 2001 hingga 2020, beliau memimpin dalam kurun waktu yang tidak singkat—sebuah periode krusial ketika Batam sedang bertransformasi menjadi kawasan industri strategis nasional. Dalam masa kepemimpinannya, beliau tidak hanya membangun institusi, tetapi membentuk arah dan karakter pendidikan vokasi itu sendiri.

Di bawah kepemimpinannya, Polibatam berkembang pesat, bertransformasi menjadi institusi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Kurikulum diperkuat dengan pendekatan praktik, kemitraan dengan dunia usaha dan industri diperluas, serta budaya kerja profesional ditanamkan sejak dini kepada mahasiswa. Beliau memahami betul bahwa tantangan Batam bukan hanya pertumbuhan, tetapi kesiapan SDM untuk mengimbangi laju tersebut. Dan di titik itulah, beliau hadir sebagai jawaban.

Kerja nyata beliau tidak banyak terekspos, namun hasilnya nyata dan tak terbantahkan. Lulusan-lulusan Polibatam mampu terserap di berbagai sektor industri, menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Banyak dari mereka mungkin tidak mengenal secara dekat sosok beliau, tetapi mereka adalah bukti hidup dari visi dan perjuangan panjang yang beliau bangun.

Yang membuat beliau semakin istimewa adalah karakter pribadinya. Sosok yang dikenal low profile, sederhana, dan jauh dari gemerlap. Jabatan tinggi tidak mengubah cara beliau bersikap. Ia tetap menjadi pribadi yang tenang, bersahaja, dan lebih banyak bekerja dalam diam. Tidak mencari panggung, tidak mengejar pengakuan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah terpancar ketulusan dan kekuatan kepemimpinan yang sesungguhnya.

Bagi mahasiswa, beliau adalah figur ayah—yang mungkin tidak selalu hadir dalam kata-kata, tetapi terasa dalam arah dan kebijakan yang melindungi masa depan mereka. Bagi rekan kerja, beliau adalah teladan integritas—tegas dalam prinsip, namun bijak dalam keputusan. Dan bagi dunia pendidikan di Batam, beliau adalah fondasi yang kokoh, yang akan terus menjadi pijakan bagi generasi berikutnya.

Kepergian beliau—bahkan di tengah aktivitas sederhana seperti bersepeda—seakan menjadi cerminan dari hidup yang beliau jalani: aktif, seimbang, dan penuh makna hingga akhir.
Hari ini, kita mungkin kehilangan raganya. Namun nilai, semangat, dan jejak perjuangannya akan terus hidup. Dalam setiap lulusan yang melangkah percaya diri, dalam setiap ruang kelas yang terus menghidupkan harapan, dan dalam setiap cita-cita anak bangsa yang beliau bantu wujudkan.

Selamat jalan, Bapak.
Terima kasih atas dedikasi yang tak pernah meminta sorotan.
Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya, dan menjadikan setiap ilmu, setiap kebaikan, serta setiap jejak yang beliau tinggalkan sebagai amal jariyah yang terus mengalir tanpa henti.

Penulis: Andres Putranta Sitepu

Polibatam #HumasKerjasamaPolibatam #PakEko #Inmemoriam