Polibatam dan Yayasan Perempuan Berdaya Peduli Bangsa Bahas Kolaborasi Pencegahan Kekerasan dan Pelatihan Konselor Sebaya

BATAM – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menerima kunjungan Yayasan Perempuan Berdaya Peduli Bangsa pada Jumat (30/10/2026), di Ruang 301, Lantai 3 Gedung Utama Polibatam. Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan melalui program edukasi, pendampingan, serta pengembangan kapasitas konselor sebaya.

Pertemuan ini turut melibatkan Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Polibatam, Shinta Wahyu Hati, S.Sos., M.AB., bersama anggota tim Satgas PPKPT lainnya. Kehadiran tim Satgas PPKPT menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan menjajaki kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Salah satu fokus pembahasan adalah rencana pelaksanaan Pelatihan Konselor Sebaya bagi siswa SMA/SMK se-Kota Batam. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam memberikan dukungan awal kepada teman sebaya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Pelatihan direncanakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026 dengan melibatkan 10 SMA/SMK di Kota Batam. Setiap sekolah akan mengirimkan tiga siswa dan satu guru pendamping, sehingga total peserta diproyeksikan mencapai 40 orang. Kegiatan akan dilaksanakan selama satu hari penuh dengan dua sesi penyampaian materi dan satu sesi simulasi praktik (role play) untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan peserta.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas potensi keterlibatan Satgas PPKPT Polibatam sebagai peserta maupun fasilitator kegiatan. Dukungan lain yang turut dijajaki meliputi penyediaan narasumber, tenaga pendamping, serta fasilitas ruangan untuk mendukung pelaksanaan pelatihan. Keterlibatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi kemahasiswaan juga menjadi salah satu opsi kolaborasi yang akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan teknis dan ketersediaan sumber daya.

Selain program pelatihan, pembahasan mencakup rencana penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai landasan kerja sama jangka panjang selama lima tahun, serta Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) untuk pelaksanaan program strategis selama tiga tahun.

Ruang lingkup kerja sama yang direncanakan meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan, sosialisasi dan pembinaan bagi siswa SMA/SMK, pendampingan Satgas PPKPT, bantuan hukum, serta penyediaan ruang diskusi terbuka sebagai sarana edukasi, konsultasi, dan koordinasi.

Sebagai tindak lanjut, Polibatam akan melakukan koordinasi internal untuk mengidentifikasi bentuk dukungan yang dapat diberikan sesuai kapasitas dan sumber daya yang tersedia. Kedua pihak juga merencanakan pertemuan teknis lanjutan guna memperjelas pembagian peran, mekanisme pelaksanaan program, serta penyusunan dokumen kerja sama.

Melalui penjajakan kolaborasi ini, Polibatam berupaya memperluas kontribusinya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan sekolah dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan.

#Polibatam #PoliteknikNegeriBatam #KampusVokasi #YayasanPerempuanBerdayaPeduliBangsa #KerjaSamaPolibatam #SatgasPPKPT #PencegahanKekerasan #KonselorSebaya #PendidikanInklusif #KampusAman #PolibatamBerdampak