Wadir II Polibatam Jadi Narasumber Seminar Nasional IAI Kepri, Bahas Implementasi Standar Pelaporan Keberlanjutan

BATAM – Wakil Direktur II Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Arniati, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CPA., menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional Akuntansi yang diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Kepulauan Riau, Sabtu (31/10/2026), di Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam.

Seminar yang mengangkat tema pelaporan keberlanjutan ini diikuti oleh 75 peserta dari kalangan praktisi, akademisi, dan mahasiswa. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Elvia Rosantina Shauki, S.E., M.B.A., Ph.D., Ak., CA., Anggota Dewan Standar Keberlanjutan IAI, serta Arniati dari Polibatam. Diskusi dipandu oleh Sugeng Riadi, S.E., M.Ak., Ak., CA. Peserta juga memperoleh 3 Satuan Kredit Profesi (SKP).

Dalam kesempatan tersebut, Arniati membawakan materi berjudul “Implementasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK 1 & 2) dan Dampaknya pada Lulusan Akuntansi”. Materi ini membahas perkembangan standar pelaporan keberlanjutan serta kebutuhan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan praktik akuntansi dan tuntutan dunia industri.

Arniati menjelaskan bahwa penerapan standar pengungkapan keberlanjutan, khususnya PSPK 1 dan PSPK 2 yang mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2, menjadi bagian penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Pelaporan keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan dampak lingkungan dan sosial, tetapi juga bagaimana isu keberlanjutan dapat memengaruhi kondisi keuangan, risiko, serta prospek perusahaan.

Ia juga menguraikan empat pilar utama dalam pengungkapan keberlanjutan, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Implementasinya membutuhkan kolaborasi antara fungsi akuntansi, keuangan, manajemen risiko, dan keberlanjutan agar informasi yang disampaikan dapat terintegrasi dengan proses pelaporan perusahaan.

Dari perspektif pendidikan vokasi, Arniati menekankan pentingnya mempersiapkan lulusan akuntansi yang memiliki green skills atau kompetensi di bidang keberlanjutan. Kebutuhan tersebut membuka peluang bagi lulusan untuk berkarier dalam berbagai bidang, seperti sustainability reporting officer, akuntan karbon, analis ESG dan risiko iklim, asisten asurans keberlanjutan, hingga konsultan pajak hijau.

Sementara itu, narasumber Prof. Elvia Rosantina Shauki memaparkan materi mengenai pemahaman PSPK 1 dan PSPK 2 dalam menyediakan informasi keberlanjutan yang kredibel bagi investor. Ia menjelaskan pentingnya pengungkapan informasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) untuk meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus mencegah praktik greenwashing atau penyampaian informasi keberlanjutan yang menyesatkan.

Seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami penerapan standar pengungkapan keberlanjutan, tantangan implementasi di dunia usaha, serta kebutuhan kompetensi tenaga profesional di masa mendatang.

Keikutsertaan Arniati sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Polibatam dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kompetensi profesi, serta perluasan kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Polibatam sebagai perguruan tinggi vokasi untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja.

#Polibatam #KampusPBL #KampusCDIO #IAIKepri #HumasKerjasamaPolibatam