Pak Eko, direktur yang ramah dan low profile

Sekilas Biografi

DSC_6769Priyono Eko Sanyoto dilahirkan di kota Tanjungpandan, Belitung, dari pasangan bapak Suwarso dan ibu Suwarsih, pada 30 Juni 1957. Pak Eko, panggilan akrabnya, menamatkan sekolah menengah atas di SMA Kolese de Britto, Yogyakarta. Kemudian, melajutkan kuliah di Jurusan Teknik Mesin ITB, angkatan 1977.

Semasa kuliah di ITB juga aktif tegabung di berbagai kegiatan kampus diantaranya di Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM). Setelah menamatkan kuliah sarjana S1 Teknik Mesin, pak Eko diterima bekerja sebagai dosen di almamaternya. Pada tahun 1986, sebagai dosen muda di Kelompok Keahlian Konversi Energi, kesempatan menempuh pendidikan Pascasarjana di Prancis diperolehnya.

Perjalanan Karir

Pada Tahun 2000 beliau lolos seleksi Direktur Politeknik Batam yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Batam yang beranggotakan Otorita Batam, Pemerintah Kota Batam, Universitas  Riau, dan ITB. Sejak Maret 2001, pak Eko beraktifitas di Batam sebagai Direktur. Menjadi Direktur tidak membuat beliau menjadi sombong, namun beliau dikenal sebagai sosok yang ramah dan low profile oleh dosen dan tenaga kependidikan.

Perjalanan dan perubahan status Politknik Batam menjadi Politeknik Negeri Batam merupakan hasil kerja Pak Eko bersama seluruh dosen dan tenagg kependidikan. Politeknik Negeri Batam menjadi perguruan tinggi di Sumatera yang disegani, karena pada 2011 terbukti mampu memupus tradisi juara Nasional Kontes Robot Indonesia (KRI) yang selalu dimenangi PENS.

Catatan Prestasi

Di sela-sela beliau menjadi direktur, beliau masih aktif di organisasi Ikatan Alumni ITB (IAI ITB) Batam sebagai sekretaris, dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Kepulauan Riau, sebagai Ketua hingga 2013. Beliau juga sering menjadi pembicara di berbagai seminar, seperti sebagai pembicara kunci pada International ABEC,  MPR Goes To Campus, dll.

Pak Eko mempunyai harapan, bahwa Politeknik Negeri Batam bisa menjadi “World Class Polytechnic” dan bisa mencetak lulusan kompeten dan bersertifkat. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan Politeknik meraih sertifkat ISO 9001:2008 sejak 2006 hingga saat ini.

Prestasi lain yang telah dicapai adalah menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mempunyai Teaching Factory of Micro Electronics, sebuah laboratorium berspesifikasi industri yang mampu menghasilkan produk komersial. Produk berupa IC Packaging dan PCB hingga 6 Layer mampu dihasilkan.

Politeknik Negeri Batam terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Batam yang semakin bervariasi. Pada 2014, pesawat terbang Cesna G1000 dan peralatan pendukung lainnya telah disediakan untuk pendirian Aircraft Maintenance Training Organisation (AMTO). Kerja sama dengan pengguna lulusan, seperti Garuda Maintenance Fasilities (GMF) dan Lion Air, telah dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman.

Hobby

Sosok Bapak satu anak ini mempunyai hobby bersepeda dan makan buah-buahan untuk menjaga kesehatan. Beliau selalu menyempatkan waktu di pagi hari untuk bersepeda sebelum bekerja. Rute yang ditempuh lumayan jauh hingga Bandara Hang Nadim. Hobby ini yang menjadikan beliau tampak awet muda. Pak Eko juga juga penikmat kopi tubruk pahit.

Beliau begitu dekat dengan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, tanpa segan-segan beliau selalu menyempatkan untuk berkomunikasi langsung dengan mahasiswa tentang kondisi kampus dan perkuliahan.

Pesan Beliau Untuk Polibatam

Tahun 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mulai diterapkan. Sejak saat itu, tidak ada lagi tapal batas bagi lalu lintas orang dan barang. Tenaga terampil dari negara-negara ASEAN akan bebas berkompetisi mendapat pekerjaan di seluruh negara ASEAN. Menghasilkan lulusan berkualitas internasional menjadi tugas pokok Politeknik Negeri Batam sejak saat ini.