Rayakan HUT RI ke-76 di Festival Kemerdekaan Virtual Pertama dan Terbesar, Rumah Digital Indonesia!

INFO-Hai #SobatPolibatam Mari rayakan HUT RI ke-76 di festival kemerdekaan virtual pertama dan terbesar, Rumah Digital Indonesia!
Mulai 1-31 Agustus 2021, akan ada Arena Lomba 17-an, Pasar Lokal, Ruang Seni & Budaya, Ruang Komunitas, Ruang Literasi Digital, Petualangan Nusantara, dan masih banyak aktivitas perayaan kemerdekaan lainnya yang bisa dijelajahi. Mari rayakan HUT RI ke-76 di festival kemerdekaan virtual pertama dan terbesar, Rumah Digital Indonesia!
Mari bersama-sama rayakan kemerdekaan Negeri tercinta kita di RDI. Klik https://linktr.ee/rumahdigitalindonesia.id untuk mengunjungi website RDI dan mengirimkan hasil karyamu!
Sumber: SetkabRI
#Polibatam #HumasPolibatam #SetkabRI

“Startup 4Happy” Pengembang Game Politeknik Negeri Batam berhasil Menembus Event Tokyo Game Show 2021

PRESTASI-Startup 4Happy, Pengembang game dari mahasiswa politeknik Batam berhasil menorehkan prestasi membanggakan dimana mereka terpilih menjadi salah satu delegeasi dari Indonesia untuk mengikuti eksebisi game terkemuka di dunia yaitu Tokyo Game Show tahun 2021 beserta 18 pengembang game yang lain dari seluruh Indonesia pada bulan September-oktober 2021. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif bekerja sama dengan asosiasi game Indonesia (AGI) adalah pihak yang memfasilitasi para delegasi pengembang game tersebut. Tujuannya adalah agar mendukung eksistensi pelaku industri game di dunia internasional.

Menurut Ervin Ahmad Nur Hidayanto, selaku pendiri Startup 4happy, proses seleksinya sangat ketat. Mereka harus melalui tahapan kurasi sebanyak dua kali dimana kuratornya adalah dari kemenparekraf, AGI (Asosiasi Game Indonesia) serta studio besar game Indonesia. (TOGE PRODUCTION). Kegiatan Tokyo Gme Show 2021 dilakukan setelah event Gamescom 2021 para bulan agustus 2021. Dalam kedua acara tersebut, peserta akan mempresentasikan produk mereka dalam booth pavilion Indonesia dan juga berkesempatan untuk melakukan transaksi bisnis dengan buyer dari mancanegara. Produk game yang akan dipamerkan 4Happy adalah Who is He: Let Me Out, game 3D berbasis PC dengan genre third-person mystery puzzle bertema budaya Indonesia.

Startup 4Happy sendiri merupakan startup yang dibentuk oleh mahasiswa Politeknik Negeri Batam dari lintas program studi yaitu Teknik multimedia dan jaringan, Teknik informatika, animasi dan akuntasi manajerial pada tahun 2018. Menurut Ervin, sebenarnya concept born sudah tejadi pada tahun 2018 namun di masa kuliah ini lah startup mulai difokuskan dan diperjelas arah visi, misi serta model bisnis. Dengan bimbingan dari Dosen Politeknik Batam bidang game yaitu Pak Riwinoto, mereka memulainya melalui kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) di tingkat nasional dan berhasil mendapatkan pendanaan pertama untuk mematangkan produk gamenya.

Langkah 4Happy berlanjut mengikuti Event Top 100 Echelon Asia Summit 2019 di mana 4Happy melakukan presentasi atau pitching untuk region batam. Setelah itu 4Happy mendapatkan nominasi dan mendapatkan tiket acara Echelon Asia Summit 2019 di Singapura. Berkat dukungan kampus Politeknik Negeri Batam 4Happy bisa berangkat menuju singapura untuk menghadiri acara tersebut. 4Happy memperkenalkan produk startup di depan startup dari seluruh dunia lainnya. 4Happy Kembali mengikuti program KMI Award 2019 di mana program ini diikuti oleh seluruh perguruan tinggi nasional yang mempunyai usaha untuk memamerkan produk masing-masing. Dalam program ini 4Happy memenangkan salah satu kategori produk kreatif yaitu Juara 2 KMI Award 2019 bidang industri kreatif.
[13.29, 2/8/2021] +62 813-7878-0502: Setelah mengikuti ekshibisi kewirausahaan selanjutnya mengikuti event ekshibisi game terbesar seindonesia yaitu event Bekraf Gameprime 2019. Berkat dukungan kampus juga 4Happy bisa melaksanakan serta memamerkan produk game di booth ke gamers di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Setelah itu terdapat opportunity untuk mengikut inkubasi startup yaitu Base incubator, inkubasi dilaksanakan selama masa kurang lebih sekitar 3 bulan untuk mematangkan model bisnis startup. Setelah dirasa sudah cukup, 4Happy mendapatkan peluanglagi untuk mengikuti sebuah inkubasi game pertama di indonesia yaitu IGSI (indigo game startup incubation) pada tahun 2020,. Pada inkubasi ini produk game dimatangkan hingga 4 bulan untuk mendapatkan MVP atau vertical slice produk game.
Setelah mendapatkan produk mvp game yang matang, 4Happy masuk ke dalam tahapan selanjutnya setelah IGSI yaitu ICN (indigo creative nation) di mana program ini dilaksanakan oleh Telkom indonesia, 4Happy melakukan tahapan PV (Product Validation) selama 6 bulan untuk mematangkan kembalik produk MVP sebelumnya. Setelah itu 4Happy mengikuti beberapa event kemenparekraf seperti Baparekraf Gameprime 2020, Baparekraf Gameprime 2021 sebelum lolos ke Tokyo Gameshow 2021 & Gamescom 2021 yang difasilitasi oleh kemenparekraf. 

 

#Polibatam #tokyogameshow #kemenparekraf #HumasPolibatam

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Melawan Pandemi Covid-19

NEWS-Saat ini, Indonesia tengah menghadapi ujian yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu melakukan ikhtiar lahir maupun batin bersama-sama menghadapi pandemi ini.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 1 Agustus 2021.

“Alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa berkumpul secara virtual, berzikir, dan memanjatkan doa dalam semangat kebersamaan dalam jalinan tali persaudaraan. Kita bersyukur kehadirat Allah Swt. atas nikmat dan anugerah kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kita harus selalu ingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan berkat rahmat Allah Swt. Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini selain berkat rahmat dan anugerah Allah Swt., juga merupakan buah dari semangat persatuan dan kebersamaan seluruh anak bangsa Indonesia. Presiden meyakini semangat tersebut akan terus melekat dalam diri untuk bersama menghadapi tantangan saat ini.

“Saya percaya semangat kebersamaan dan gotong royong yang diwarisi oleh para pendiri bangsa akan selalu melekat dalam jiwa kita laksana api yang menyala-nyala terutama di saat bangsa dan negara kita menghadapi ujian dan tantangan,” lanjut Presiden.

Di samping itu, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama berikhtiar menghadapi pandemi, salah satunya dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Menurutnya, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme.

“Malam ini para tokoh lintas agama berhimpun dalam kebersamaan, bersama-sama berzikir melantunkan doa, bersyukur pada Allah Swt. atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, sekaligus memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar bangsa dan negara kita segera terbebas dari pandemi Covid dan memohon kepada-Nya agar kita semua mendapatkan cahaya terang untuk melanjutkan perjalanan menuju Indonesia Maju,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuka agama atas upaya dan bantuan yang telah dilakukan guna mendukung penanganan pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai upaya, bantuan, dan juga dukungan dari alim ulama, dari para pemuka agama, dan para mubalig yang selalu mengajak umat untuk mematuhi protokol kesehatan, membantu percepatan vaksinasi, serta membimbing dan mendampingi umat melalui situasi yang sulit ini,” ujar Presiden.

Untuk diketahui, zikir dan doa kebangsaan secara virtual mengangkat tema “Bersyukur Atas Kemerdekaan, Berdoa dan Berikhtiar untuk Mewujudkan Indonesia Maju”. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam laporannya mengatakan, acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka bertujuan tidak hanya untuk mensyukuri kemerdekaan, tetapi juga menyempurnakan ikhtiar bangsa dalam melewati pandemi Covid-19.

“Dalam rangka mensyukuri kemerdekaan dan menjaga spirit serta menyempurnakan ikhtiar lahir bangsa kita dalam melewati masa-masa sulit di pandemi Covid-19 ini, sebagai umat beragama hendaknya kita semua melengkapinya dengan zikir dan doa kepada Allah Swt. Tuhan Yang Maha Bijaksana,” ujar Menteri Agama.

Acara zikir secara virtual dipimpin oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Said Agil Husin Al Munawar dan doa dipimpin oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya didampingi oleh lima tokoh lintas agama secara virtual.


Jakarta, 1 Agustus 2021
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

 

#Polibatam #HumasPolibatam #SetkabRI

Peluncuran Program Riset Keilmuan

INFO-Hai #SobatPolibatam dan #InsanDikti,
Untuk mengakselerasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan program Riset Keilmuan.
Program ini merupakan hibah riset untuk dosen dengan melibatkan mahasiswa dalam aktivitas risetnya guna mendukung MBKM.
Saksikan peluncuran program Riset Keilmuan pada Selasa, 3 Agustus 2021, Pukul 10.00-12.00 WIB di kanal Youtube Ditjen Dikti atau melalui tautan zoom ringkas.kemdikbud.go.id/risetkeilmuandikti
#Polibatam #HumasPolibatam

Kemendikbudristek Umumkan Peraih Juara KNMIPA 2021

NEWS-Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan para peraih juara Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) Tingkat Nasional 2021. Sebanyak 260 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia memperebutkan 25 medali yang terdiri dari 4 Medali Emas, 6 Medali Perak, 10 Peraih Medali Perunggu, dan 5 peraih honorable mention.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang berhasil meraih juara pada ajang KNMIPA 2021. Menurutnya, semangat pantang menyerah para mahasiswa untuk berprestasi amat diperlukan pada masa pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi semangat juang yang adik-adik tunjukkan lewat proses KNMIPA yang panjang sekali. Anda sekalian adalah juara, yang telah dibuktikan dengan kerja keras, tekad dan semangat juang untuk terus berprestasi dan maju,” tuturnya pada penutupan KNMIPA 2021 yang digelar secara daring, pada Jumat (30/7).

Nizam melanjutkan, penyelenggaraan KNMIPA sangat penting dilaksanakan di tengah dunia yang makin kompleks, perkembangan teknologi yang semakin dinamis, serta adanya perubahan ekonomi, sosial, dan budaya akibat kemajuan teknologi, karena perkembangan ilmu pengetahuan membutuhkan fondasi kuat dalam mengembangkan inovasi ke depan. Menurutnya, fondasi ini ada di bidang ilmu-ilmu dasar dan matematika.

Merujuk semangat Kampus Merdeka, ilmu-ilmu tersebut harus dipertemukan sebagai solusi untuk menjawab masalah-masalah yang kian kompleks di dunia nyata. “Peran adik-adik yang mendalami ilmu-ilmu dasar MIPA menjadi sangat strategis dan penting,” tegasnya.

Di samping itu, kerja sama lintas keilmuan antara MIPA dan kelompok ilmu sosial, kesehatan, pertanian, dan teknologi serta ragam rumpun ilmu lainnya, akan memberikan solusi fundamental, menyeluruh dan utuh bagi bangsa. “Kolaborasi ini yang harus terus kita bangun dalam semangat Kampus Merdeka, sebagai kunci kreativitas dan solusi berbagai masalah yang makin kompleks,” tutur Nizam.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi menyampaikan KNMIPA 2021 menandai dua tahun digelaranya kompetisi secara daring sebagai bentuk adaptasi kebiasaan, terus berprestasi walaupun kondisi pandemi belum usai.

“Ini adalah tanda yang paling nyata dari para mahasiswa yang terus berkomitmen belajar, menolak menyerah, dan terus berprestasi dari rumah. Selamat dan sukses kepada para pemenang. Bagi yang belum berkesempatan meraih juara, agar tidak berkecil hati. Ini adalah kesempatan yang baik sebagai bekal untuk terus berprestasi di masa depan,” tuturnya

Berikut para peraih medali di bidang Matematika. Peraih medali emas adalah Fahreezan Sheraz Diyaldin dari Universitas Gadjah Mada, Steven Fernaldy Tanno dari Universitas Indonesia, Abdillah Ahmad dari Institut Teknologi Bandung, dan Kinantan Arya Bagaspati dari Institut Teknologi Bandung. Sedangkan untuk medali perak diraih oleh Tasnim Bilal dari Universitas Indonesia, Naelufa Syifna Wifaqotul Muna dari Universitas Gadjah Mada, I Komang Sadhu Gunawan dari Universitas Gadjah Mada, Fani Haerul Anam Rofi’I dari Universitas Gadjah Mada, Laurensius Fabianus Steven dari Universitas Indonesia, dan Reynald Saputra dari Institut Teknologi Bandung.

Peraih medali perunggu, yaitu Muhammad Husnul Khuluq dari Universitas Brawijaya, Jerry Budiharjo dari Universitas Brawijaya, Muh. Fadlan dari Universitas Gadjah Mada, Yaseen Fajrie Yudha Ghozali dari Universitas Indonesia, Aditya Dwianto dari Institut Teknologi Bandung, Jeki Saputra dari Universitas Hasanuddin, Elbert Louis dari Universitas Katolik Parahyangan, Fevin dari Universitas Sumatera Utara, Afifudin Lisgianto dari Universitas Indraprasta PGRI, dan Arief Rachman Hakim dari Universitas Negeri Surabaya.

Sementara untuk peraih honorable mention (HM), mereka adalah Yudha Widianto dari Universitas Sanata Dharma, Muhammad Nur Fadli dari Universitas Diponegoro, Agustinus Bravy Tetuko Ompusunggu dari Universitas Indonesia, Muhammad Thoriq dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan I Kadek Narayana Aji Saka dari Universitas Pendidikan Ganesha.

Selanjutnya, peraih medali emas di bidang Fisika adalah Bryan dari Institut Teknologi Bandung, Leonardus Brahmantyo Putra dari Universitas Indonesia, Ahmad Arsy dari Universitas Indonesia, dan Muhammad Fauzan Syahbana dari Universitas Indonesia. Peraih medali perak, yaitu Arkananta Rasendriya dari Institut Teknologi Bandung, Gusti Putu Surya Govinda Atmaja dari Universitas Gadjah Mada, Alvin Surya Putra dari Universitas Gadjah Mada, Alfian Gunawan dari Universitas Indonesia, Steven Tanady dari Universitas Sumatera Utara, dan Jesaya Christian Ido Raja Situmeang dari Universitas Indonesia.

Peraih medali perunggu adalah Zahara Zettira dari Universitas Andalas, Fadli Januar dari Universitas Airlangga, Nicholas Gilang Pradipta Kusuma dari Universitas Gadjah Mada, Zamrori Sudi Maulana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Daniel Sugihantoro dari Universitas Sebelas Maret, Aulia Anshari Rahman dari Institut Teknologi Bandung, Rukhshon Muhammad Fairuz Abadiy dari Institut Pertanian Bogor, Dharma Prasetya Permana dari Institut Teknologi Bandung, Muhammad A’an dari Institut Teknologi Bandung, dan Muhammad Rifqi dari Universitas Brawijaya.

Para peraih HM di bidang Fisika adalah Surya Anoraga Justitia Yusman dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Mohamad Arsya Kaukabi dari Universitas Diponegoro, Ahmad Rizky dari Institut Pertanian Bogor, Geoffrey Orlando dari Universitas Sumatera Utara, dan M. Labib Alfaraby dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Kemudian, untuk bidang kimia, para peraih medali emas, yaitu Mark Soesanto dari Institut Teknologi Bandung, Azarya Adirama dari Institut Teknologi Bandung, Joana Sugiarto dari Universitas Gadjah Mada, dan Michael dari Universitas Indonesia. Berikutnya, para peraih medali perak adalah Bayu Dwiputra dari Institut Teknologi Bandung, Andika Prasetyo Santoso dari Universitas Surabaya, Michael Lesa dari Universitas Indonesia, David dari Institut Teknologi Bandung, Dzumirrotunnisa Retsa Renigia dari Universitas Brawijaya, dan Natanael Tama Hasaya dari Universitas Indonesia.

Selanjutnya, peraih medali perunggu adalah Rendy Wijaya dari Universitas Brawijaya, M. Rofif Nurfaizi dari Institut Teknologi Sumatera, Dayanu Ikhsanuddin dari Universitas Gadjah Mada, Virna Agustisari dari Universitas Gadjah Mada, Antama Andoni Alkautsar dari Universitas Diponegoro, Muhammad Rafli Fadhilah dari Institut Teknologi Bandung, A. A. Gd Bagus Mahendra dari Universitas Pertamina, Selmi Fiqhi Khoiriah dari Universitas Pendidikan Indonesia, Rizky Rafi Rahmawan dari Universitas Padjadjaran, dan Achmad Nurul Yaqin dari Universitas Sebelas Maret.

Sementara itu, peraih HM adalah Hans Kristian dari Universitas Sam Ratulangi, Ahmad Ibnu Fahlan dari Universitas Diponegoro, Nurul Pratiwi dari Universitas Andalas, Yusuf Syahril Alam dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Rd Praditya Fadly Chandra Samiadji dari Universitas Airlangga.

Pada bidang biologi, peraih medali emas adalah Christopher Chandra dari Institut Teknologi Bandung, Dias Chandra Aditya dari Institut Pertanian Bogor, Faqrizal Ria Qhabibi dari Universitas Brawijaya, dan Amalia Alita Fananda dari Institut Teknologi Bandung. Untuk medali perak, berhasil dimenangkan oleh I Gusti Made Raka Alpin Aditya dari Universitas Gadjah Mada, Joan Nadia dari Institut Bio Scientia Internasional Indonesia, Rizki Maulana Yusuf dari Institut Pertanian Bogor, Alfred Patisenah dari Institut Teknologi Bandung, Nur Ilmiah Sakinah dari Universitas Pendidikan Indonesia, dan Nur Awaliyah Mentari Sukma dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Peraih medali perunggu adalah I Putu Agus Arsana dari Universitas Airlangga, Luqman `Abdan Syakuran dari Universitas Jenderal Soedirman, Annisyah Nurmitha Oktarina dari Universitas Jember, Putu Emilia Dewi dari Universitas Udayana, Muhamad Zulqi Prishandi Wijaya dari Universitas Airlangga, Adzral Alamsyah dari Universitas Brawijaya, Nur Sofiatul Aini dari Universitas Negeri Surabaya, Sirojudin dari Universitas Airlangga, Elaeisa Azizah dari Institut Pertanian Bogor, dan Sasangka Adhita Nugraha dari Universitas Gadjah Mada.

Selanjutnya para peraih HM adalah M. Zahrul Rahmatillah dari Universitas Syiah Kuala, Muhammad Irfan Afifudin dari Universitas Indonesia, Pratama Atha Nafi dari Universitas Gadjah Mada, Josefanny dari Institut Teknologi Bandung, dan Samuel Febrian Wijaya dari Universitas Indonesia.

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) diamanatkan mengembangkan prestasi peserta didik seluruh jenjang. Informasi lebih lanjut tentang ragam kompetisi, olimpiade, serta lomba-lomba, dapat mengakses akun media sosial resmi Puspresnas, yaitu @puspresnas (Instagram) dan laman resmi pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id.


Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#KampusMerdeka
#BerprestasiDariRumah
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 372/sipres/A6/VII/2021

Webinar Keterbukaan Informasi Publik

NEWS-Salah satu upaya yang dijalankan pemerintah guna menekan dampak dari pandemi Covid-19 yaitu melalui program vaksinasi. APBN terus bekerja keras dalam mengakselerasi program vaksinasi dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Peran keterbukaan informasi publik dan layanan informasi sangat esensial dalam mendukung pelaksanaan program-program tersebut. Selengkapnya, kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada webinar keterbukaan informasi publik tahun 2021 dengan tema:

Keterbukaan Informasi Program Vaksinasi: Dukung Upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Menghadirkan:
Keynote Speaker
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI
Gede Narayana, Ketua Komisi Informasi Pusat
Heru Pambudi, Sekretaris Jenderal, Kementerian Keuangan selaku Atasan PPID Kementerian Keuangan

Narasumber
Purwanto, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan
dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan

Moderator
Rahayu Puspasari, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan selaku PPID Kementerian Keuangan

Dilaksanakan pada:
Hari: Selasa, 3 Agustus 2021
Pukul:  13.00 s.d. 16.00 WIB
Secara langsung melalui kanal YouTube KemenkeuRI pada tautan https://youtu.be/E58zZF3EM34

*Akan ada e-sertifikat bagi peserta yang mengisi survei

#Polibatam #HumasPolibatam #Webinar

Kemendikbudristek Gelar Pembekalan Pendampingan SMK PK oleh Perguruan Tinggi

NEWS-Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) terus mendukung program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK). Salah satunya melalui kegiatan “Pembekalan Pelaksanaan Pendampingan SMK PK oleh Perguruan Tinggi (PT)” yang dilakukan secara daring, Jumat, (23/7).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto, berharap ke depannya baik SMK maupun calon pendamping perguruan tinggi dapat saling berbagi informasi serta terus meningkatkan komunikasi. “Mitra SMK dan PT bisa saling bertukar. Kalau SMK memiliki hasil produksi, maka dapat dipakai ataupun dibeli oleh PT, atau sebaliknya,” tuturnya.

Wikan mencontohkan praktik yang dilakukan SMK Warga, Solo. SMK tersebut mempunyai produk mesin CNC nantinya dipakai oleh perguruan tinggi pendamping. Demikan juga SMK yang memiliki jurusan fashion yang produknya dapat dibeli atau dipakai langsung oleh para civitas akademika perguruan tinggi pendampingnya. “Jadi, bisa saling mengisi dan membeli produk sendiri, sehingga ini bisa menjadi platform ‘subur’ yang ‘menghijaukan’ pasar/serapan teaching factory,” jelasnya.

Program SMK PK resmi berjalan pada tahun ajaran baru 2021-2022. Dijelaskan Wikan, kehadiran SMK PK adalah upaya mewujudkan link and match agar berjalan lebih masif antara SMK, PT vokasi, dan industri. Langkah ini diharapkan berdampak pada makin banyaknya lulusan SMK yang melanjutkan studi ke PT, lebih banyak SMK D2 fast track, serta meningkatnya kolaborasi teaching factory di SMK dan perguruan tinggi.

Selain itu, teaching factory perguruan tinggi juga dapat menjadi peluang magang bagi siswa SMK. Semakin banyak dosen perguruan tinggi yang mengajar di SMK, akan meningkatkan pengimbasan mitra industri di perguruan tinggi ke SMK. Kemudian, adanya kolaborasi yang menghasilkan sertifikasi, program Kampus Merdeka dapat dipahami juga oleh SMK, serta adanya saling membeli produk yang dihasilkan SMK maupun perguruan tinggi.

Menyoal proses pembelajaran yang mendukung konsep link and match, tak lepas dari implementasi paket 8+i yang bukan sekadar perjanjian kerja sama. Seluruh program mengarah pada penyelarasan kurikulum satuan pendidikan vokasi dengan industri, pengembangan soft skills dengan project base learning, guru tamu dari industri mengajar di satuan pendidikan vokasi dengan ketentuan minimal 50 jam per semester per program studi (prodi).

Berikutnya, magang minimal satu semester, penerbitan sertifikasi kompetensi, pendidikan dan pelatihan pengajar pendidikan vokasi di industri, riset terapan yang menghasilkan produk untuk masyarakat, serta komitmen serapan lulusan oleh dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Adapun “+i” merupakan bantuan, baik beasiswa maupun ikatan dinas yang diberikan oleh DUDIKA.

Oleh karena itu, Wikan mengharapkan agar perguruan tinggi vokasi dapat menjadi pendamping SMK guna memberikan rekomendasi dan masukan terkait peningkatan kualitas sekolah. “Ke depan, apabila ‘kakak-adik’ ini bersatu, nantinya bisa dikembangkan SMK D2 fast track semakin baik lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wikan juga turut berdialog dengan para kepala SMK maupun perguruan tinggi pendamping. “Jadi, ini memang diperlukan ide-ide fresh SMK dan perguruan tinggi untuk kebutuhan dunia kerja dan juga wirausaha supaya dapat berjalan selaras,” tegasnya.

Tak ketinggalan, Wikan juga berharap agar SMK dan perguruan tinggi saling menguatkan. Tentunya, perguruan tinggi pendamping terlebih dahulu harus mengenal karakter SMK PK. SMK yang dibina kata Wikan, adalah sekolah pilihan yang sudah siap berubah untuk menjadi SMK PK. “Jadi, harus diketahui dulu karakter SMK seperti apa, mungkin sudah sangat progresif. Caranya adalah dengan pendampingan komunikasi. Makanya, kami memilih perguruan tinggi yang mempunyai pengalaman link and match. Tidak hanya mengecek, tapi menjadi kakak pendamping,” ungkapnya.

Untuk diketahui, program SMK PK didukung oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) beserta tujuh balai besar di bawah naungan Ditjen Diksi. “Balai besar ini yang menyediakan menu-menu pelatihan. Misalnya pelatihan untuk menjadi kepala sekolah CEO dan pelatihan bagi guru-guru SMK yang bersifat kompetensi produktif, seperti pemrograman, mesin, dan hospitality,” jelas Wikan.

Ditambahkan Direktur SMK, M. Bakrun, bahwa SMK yang memiliki masa pendidikan empat tahun dapat terus berjalan, yakni untuk kelas 11 dan 12. Adapun untuk kelas 10 akan mengikuti kurikulum baru yang disusun untuk 3 tahun.

Senada dengan Wikan, Bakrun juga mendorong SMK memperbanyak program D2 fast track. “Tidak harus menggandeng perusahaan besar, tapi yang berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya tidak harus rumah sakit, tapi bisa poliklinik,” ujarnya seraya berharap kolaborasi dalam memajukan anak bangsa dapat terus digalang semua pihak secara berkelanjutan.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

 

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#SerentakBergerak
#MerdekaBelajar
#VokasiKuatMenguatkanIndonesia
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 364/sipres/A6/VII/2021

Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2021

INFO-Hai #SobatPolibatam dan #InsanDikti,
Dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia pada Selasa, 27 Juli 2021, Presiden Jokowi dalam sambutannya mendorong pelaku industri untuk dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk bersama bergerak maju membangun ekonomi Indonesia.
Presiden Jokowi juga berharap mahasiswa dapat menciptakan lapangan kerja di masa depan. Dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka diharapkan mahasiswa dan pelaku industri mampu untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Sumber: Dikti
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Facebook
Twitter
Visit Us
YouTube
Instagram